Blog Berisi Informasi Yang Bermanfaat Bagi Pembaca

Senin, 29 Juli 2013

Kronologi Kasus Perkelahian Pemukulan Nikita Mirzani

Kronologi Kasus Perkelahian Pemukulan Nikita Mirzani. Seorang saksi mata, Rinto (32) namanya menuturkan kasus perkelahian yang melibatkan Nikita Mirzani dengan beberapa orang lainnya di Café Golden Monkey (GM), Bandung, Sabtu (27/7). Dari pengakuannya, keributan itu dimulai saat seorang pengelola GM terlibat perseteruan dengan teman Nikita. Sementara Rinto saat itu posisinya mengenal dua orang yang berseteru itu. Karenanya itu berusaha bersikap tidak memihak kepada salah satu dari mereka. Rinto memisahkan keduanya dan membawanya keluar cafe. “Saya posisi saat itu kenal sama dua-duanya. 

Jadi saya hanya berusaha memisahkan mereka dan membawanya keluar (halaman café),” terang Rinto saat memberikan keterangan kepada polisi. Keributan itu bisa diatasi. Kedua belah pihak sudah bisa sedikit tenang. Kemudian kedua teman Rinto pun masuk kedalam café. Sementara, pacar Rinto yang bernama Via dan temannya Yuncun, masih berada di luar bersama Nikita dan beberapa orang lainnya. Rupanya, kondisi di luar yang tadinya dianggap kondusif ternyata malah terjadi sebaliknya. 

“Nah pas keluar (dari café) saya lihat pacar saya, lagi dijambak dan dipukul sama Nikita. Terus satu teman Nikita lainnya, ada yang lepas hak (sepatu) dan memukulkannya ke Yuncun,” paparnya. Akibatnya, Via dan Yuncun pun mengalami luka-luka dan memar di beberapa bagian tubuhnya dan harus dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan.

"Saat ini pelaku memohon maaf dan meminta agar tuntutan dicabut," kata Nikita Mirzani lewat media sosial twitter, Ahad (28/7/2013) tengah malam.

Nikita Mirzani meminta kepada Yun Tjun agar berkata yang sebenarnya. "Banyak fitnah yang mengatakan kalau saya memakai darah pelaku untuk bukti lapor ke pihak yang berwajib," ujar Nikita "Menurut saya itu fitnah yang sangat tidak masuk akal, karena semua darah di tubuh saya benar-benar dikeluarkan dari semua luka-luka tubuh saya sendiri," lanjut Nikita. 

Nikita yang mengaku sebagai korban pun merasa geram karena dirinya justru dianggap sebagai pelaku oleh sebagian pihak. "Saya tidak butuh citra baik. Saya butuh keadilan. Saya memang orang yang bisa dibilang 'metal', tapi saya bukan orang yang suka mencari keributan dan huru-hara. Saya punya otak dan hati nurani," tandas Nikita.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kronologi Kasus Perkelahian Pemukulan Nikita Mirzani